
KUALA LUMPUR, PUSPIP – Konflik yang semakin memuncak antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi berdampak terhadap ekonomi, keamanan, serta posisi diplomatik Malaysia, demikian mengemuka dalam Better Nation Forum Kuala Lumpur, Rabu malam, 22/4/2026 ini.
Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan perkembangan geopolitik global tidak lagi dapat dipandang sebagai isu yang jauh dari kawasan ini, melainkan memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan kesejahteraan regional.
Menurut dia, Malaysia perlu bersiap menghadapi dampak limpahan dari konflik tersebut melalui pendekatan strategis dan diplomasi yang seimbang.
Forum yang berlangsung di Auditorium Menara Dato’ Onn, World Trade Centre Kuala Lumpur itu dimoderatori Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, dengan panelis mantan Menteri Luar Negeri Tan Sri Syed Hamid Albar, Chief Executive Officer MRANTI Datuk Dr Rais Hussin, dan pakar hubungan internasional Prof Dr Phar Kim Beng.
Syed Hamid mengatakan salah satu dampak langsung yang patut diwaspadai adalah ketidakpastian harga minyak global yang bisa memberi manfaat sementara bagi Malaysia sebagai pengekspor minyak, namun pada saat yang sama meningkatkan tekanan inflasi dan biaya impor.
“Keuntungan jangka pendek mungkin ada, tetapi konflik berkepanjangan dapat mengganggu kepercayaan pasar dan keseimbangan fiskal negara,” ujarnya.
Sementara itu, panel juga mengangkat kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat memengaruhi lanskap keamanan domestik melalui penyebaran narasi ekstremisme dan polarisasi di media sosial.
Menurut para pembicara, di era digital, konflik geopolitik di luar negeri berpotensi diterjemahkan menjadi konflik persepsi di dalam negeri jika tidak dikelola secara bijak.
Mengenai diplomasi, panel menilai Malaysia menghadapi tantangan mempertahankan politik nonblok di tengah hubungan strategis dengan Barat dan solidaritas dengan dunia Islam.
Syed Hamid menegaskan Malaysia perlu terus memainkan peran sebagai suara moderat yang mendukung dialog dan penyelesaian damai.
Pada saat yang sama, forum juga menyinggung kemungkinan isu internasional seperti konflik Iran-AS dimanipulasi dalam wacana politik domestik, termasuk sebagai retorika politik dan pengalihan perhatian dari isu-isu internal.
Prof Phar berpandangan Malaysia berpeluang memainkan peran lebih besar sebagai negara penghubung yang mendorong diplomasi dan de-eskalasi di tengah ketegangan antar-kekuatan besar.
Forum tersebut menyimpulkan bahwa konflik Iran-Amerika Serikat tidak seharusnya dipandang sebagai isu luar negeri semata, melainkan ujian bagi ketahanan ekonomi, stabilitas sosial, dan kapasitas diplomasi Malaysia.
Better Nation Forum yang mempertemukan pembuat kebijakan dan para analis itu juga menegaskan perlunya Malaysia dan kawasan ASEAN bersiap menghadapi kemungkinan perubahan geopolitik baru. (dms)
