
MANILA, PUSPIP – Kedutaan Besar Filipina di Washington, D.C. mengeluarkan imbauan resmi kepada warga Filipina-Amerika agar tidak gegabah melepaskan kewarganegaraan Filipina, menyusul munculnya sebuah rancangan undang-undang di Senat Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri praktik kewarganegaraan ganda.
Rancangan bernama “Exclusive Citizenship Act of 2025” itu baru diajukan dan sama sekali belum menjadi undang-undang. Proses legislasi di AS dapat berlangsung sangat panjang, menghadapi debat politik yang rumit, atau bahkan terhenti tanpa keputusan. Karena itulah, menurut Kedutaan, keputusan permanen seperti pelepasan kewarganegaraan tidak boleh diambil hanya berdasarkan sebuah proposal yang masih jauh dari pengesahan.
Bagi banyak warga Filipina-Amerika, kewarganegaraan ganda bukan sekadar status simbolis, melainkan terkait langsung dengan hak-hak ekonomi dan sosial. Status tersebut memengaruhi kemampuan memiliki tanah dan properti di Filipina, membuka peluang bisnis dan investasi, hingga menentukan kemudahan bepergian dan menetap sementara di tanah air. Ia juga berhubungan dengan rencana pensiun dan masa depan jangka panjang keluarga. Jika seseorang melepaskan kewarganegaraan Filipina, tidak ada jaminan proses untuk mendapatkannya kembali akan mudah — terlebih jika aturan di kedua negara berubah di kemudian hari.
Karena itu, Kedutaan menekankan tiga pesan: jangan panik, jangan terburu-buru, dan pastikan memahami sepenuhnya isi rancangan undang-undang tersebut. Setiap warga disarankan membaca teks rancangan secara langsung dan mencari nasihat hukum yang kompeten sebelum mengambil langkah yang tak dapat dibatalkan.
Di sisi lain, beberapa warga mungkin merasa tekanan untuk memilih satu kewarganegaraan demi keamanan karier atau kepatuhan hukum di masa depan. Namun keputusan seperti itu sebaiknya diambil dengan pertimbangan matang dan informasi lengkap. Dalam situasi yang masih cair seperti saat ini, kehati-hatian menjadi langkah paling rasional bagi komunitas Filipina-Amerika. (dms)
