IAIS Gelar Diskusi antar NGO dan CSO ASEAN Bahas Pengungsi Myanmar

KUALA LUMPUR, PUSPIP – Institute Advance Islam Studies (IAIS) Malaysia, bekerja sama dengan MAPIM, berhasil menyelenggarakan “Dialog Meja Bundar tentang Peran LSM dan CSO dalam Kepemimpinan ASEAN – Malaysia 2025” di Kuala Lumpur, Malaysia, 1 Oktober 2024 ini.

Dialog penting ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama dari berbagai sektor untuk mengeksplorasi kontribusi penting dari organisasi nonpemerintah (LSM) dan organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam membentuk masa depan ASEAN di bawah kepemimpinan Malaysia.

Ustadz Mohd Fakhrulrazi Mohd Mokhtar selaku Ketua Pengarah Program menyatakan, topik utama mencakup krisis Rohingya yang sedang berlangsung, dengan lebih dari 150.000 warga Rohingya di Malaysia dan Aceh menghadapi tantangan signifikan seperti Xenofobia dan layanan dasar yang tidak memadai.

Ustadz Fakhrul, menyatakan, lewat NGO gerakan soliditas dan solidaritas warga ASEAN lebih mudah terbentuk dan melakukan aksi nyata dibandingkan dengan pemerintah.

“Kita sama sama tahu pemerintah mana pun mempunyai prosedur yang rumit dan baku, tak bisa sembarang melakukan aksi dan menunjukkan sikap, ” kata pejabat MAPIM yang juga politisi PKR ini.

Para peserta, NGO dan pakar dari negara ASEAN mengusulkan solusi seperti pendidikan ulang, inisiatif pemukiman kembali, dan menghidupkan kembali program imigrasi IMM13.

Dialog yang dihadiri delegasi dari Malaysia, Indonesia dan Thailand, juga Kamboja, Myanmar, Bangladesh dan Pakistan. Bahkan Dubes Ajerbaizan beserta sekretarisnya juga hadir.

Dari Indonesia tampil Fathurrahman Mahfudz selaku Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesi (STSI) dan Dimas Supriyanto sertap Dioni Ansyah dari Pusat Pengembangan Informasi Pembangunan (Puspip). Sedangkan dari KBRI di Kuala Lumpur, hadir Sekretaris Pertama (Firsf Secretary) Akla Aklia Muqtadir di penghujung acara.

Diskusi ini juga menyoroti perlunya tindakan mendesak terkait situasi Myanmar dan menekankan strategi akar rumput untuk membangun perdamaian.

Lebih jauh, para pemangku kepentingan membahas pentingnya solidaritas di antara LSM ASEAN untuk advokasi kemanusiaan dan perlunya pendekatan terkoordinasi untuk memerangi kejahatan sistemik. (Dms)

Artikel Lainnya

Dr. Anwar Ibrahim Batasi Jabatan PM Dua Periode
Dr. Anwar Ibrahim Batasi Jabatan PM Dua Periode

KUALA LUMPUR, PUSPIP — Perdana Menteri Malaysia Dr. Anwar Ibrahim kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong reforma…

Read More
Banjir Landa Sejumlah Negara ASEAN, Ribuan Mengungsi dan Pemulihan Berjalan Bertahap
Banjir Landa Sejumlah Negara ASEAN, Ribuan Mengungsi dan Pemulihan Berjalan Bertahap

JAKARTA, PUSPIP — Banjir besar masih melanda sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sepanjang pekan ini, dipic…

Read More
PUSPIP Buka Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Chef, Cook Helper, hingga Waiter
PUSPIP Buka Pelatihan dan Sertifikasi BNSP untuk Chef, Cook Helper, hingga Waiter

BEKASI, PUSPIP – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Pariwisata (PUSPIP) bekerja sama dengan Badan Nasional Se…

Read More

Hubungi Kami

Hubungi kami jika ada informasi yang ingin disampaikan melalui formulir dibawah ini.

Nama Depan
Nama Belakang
Email
Pesan
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

PUSPIP memerlukan informasi kontak yang Anda berikan kepada kami untuk menghubungi Anda mengenai informasi yang ingin Anda tanyakan. Privasi dan komitmen kami untuk melindungi privasi Anda merupakan salah satu prioritas Kami.