
Mengatur pola makan dan disiplin tidur, merupakan dua di antara resep sehat Dr. Mahathir Mohamad dan panjang usia (Instagram @chetedofficial)
KUALA LUMPUR, PUSPIP — Dr. Mahathir Mohamad, tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik Malaysia, genap berusia 100 tahun, Kamis 10 Juli 2025 pekan ini. Mantan Perdana Menteri dua periode ini dikenang luas sebagai arsitek modernisasi Malaysia, pemimpin kontroversial, dan negarawan tangguh yang membentuk wajah negeri jiran selama lebih dari separuh abad.
Lahir pada 10 Juli 1925 di Alor Setar, Kedah, Mahathir bin Mohamad menapaki karier politik sejak era pascakemerdekaan Malaysia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri keempat dari 1981 hingga 2003, dan kembali memimpin sebagai perdana menteri ketujuh pada 2018 hingga 2020, menjadikannya pemimpin tertua di dunia yang pernah terpilih secara demokratis pada usia 93 tahun.
Dr. Mahathir dikenal luas sebagai tokoh transformasional yang membawa Malaysia dari ekonomi agraris menuju industrialisasi melalui program ambisius seperti: Wawasan 2020, visi nasional untuk menjadikan Malaysia negara maju. Proyek infrastruktur besar seperti Menara Kembar Petronas, Putrajaya sebagai pusat pemerintahan baru, dan Multimedia Super Corridor, mendirikan Proton, perusahaan mobil nasional pertama Malaysia.
Tun Mahathir juga mengukuhkan identitas Asia lewat kebijakan luar negeri “Look East Policy” yang mendorong kedekatan dengan Jepang dan Korea Selatan.
Tun Dr. Mahathir Mohamad bukan hanya tokoh Malaysia—ia adalah simbol kompleksitas kepemimpinan di Asia: membangun, menyatukan, sekaligus memecah. Kini, di usia seabad, namanya tetap hidup dalam perdebatan dan penghormatan yang nyaris seimbang.
Mengejutkan Dunia
Kendati dihormati sebagai tokoh pembangunan, Dr. Mahathir juga menuai kritik keras, terutama atas gaya kepemimpinannya yang otoriter selama era panjang kekuasaan.
Di masa pemerintahannya, kebebasan pers dibatasi, lawan politik ditahan menggunakan UU Internal Security Act (ISA), dan pengaruhnya terhadap yudikatif menjadi perdebatan hingga kini.
Kembalinya ke tampuk kekuasaan pada 2018 mengejutkan dunia, ketika ia bergabung dengan oposisi dan berhasil menumbangkan koalisi Barisan Nasional yang telah berkuasa selama 61 tahun. Namun, pemerintahan keduanya berlangsung singkat akibat krisis politik internal.
Pemerintah Malaysia dan berbagai lembaga menggelar peringatan resmi untuk mengenang dedikasi dan kontribusinya. Sejumlah acara digelar di Putrajaya, termasuk pameran sejarah, forum nasional, dan peluncuran buku biografi baru. Rakyat dari berbagai kalangan menyampaikan penghormatan, sekaligus refleksi atas warisan yang ia tinggalkan.
Mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut Dr. Mahathir sebagai “sosok yang tidak bisa diabaikan dalam sejarah Malaysia, baik oleh pendukung maupun pengkritiknya.” Sementara itu, media internasional seperti BBC dan The Guardian menempatkannya sebagai “ikon Asia Tenggara yang mempengaruhi politik regional selama lima dekade.”- dms
