ASEAN Percepat Ekonomi Digital untuk Dorong Inovasi dan Daya Saing

JAKARTA, PUSPIP – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) terus mempercepat langkah menuju ekonomi digital kawasan, menyadari peran penting teknologi sebagai penggerak utama inovasi, pertumbuhan, dan daya saing di era global.

Transformasi digital yang semakin pesat sejak pandemi COVID-19 mendorong negara-negara anggota memperkuat infrastruktur, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta memperluas kerja sama lintas batas dalam bidang teknologi informasi.

“Ekonomi digital ASEAN berpotensi mencapai lebih dari 1 triliun dolar AS pada tahun 2030 jika transformasi ini dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dalam Forum Ekonomi Digital ASEAN di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Ia menegaskan pentingnya investasi pada talenta digital dan inovasi teknologi agar kawasan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi.

Negara-negara anggota kini mempercepat investasi untuk memperluas akses internet, terutama di daerah tertinggal. Program “ASEAN Digital Masterplan 2025” menjadi acuan utama dalam memperluas konektivitas digital dan memastikan seluruh warga ASEAN memiliki akses setara terhadap teknologi.

ASEAN juga memperkuat ekosistem startup dengan pembiayaan, inkubasi bisnis, dan kerja sama lintas negara. Melalui ASEAN Startup Ecosystem Study, kawasan ini berupaya menghubungkan pelaku inovasi dan memperluas akses pasar.

Indonesia menjadi salah satu pusat pertumbuhan digital terbesar, dengan nilai ekonomi digital diproyeksikan menembus US$124 miliar pada 2025, menurut laporan Google-Temasek-Bain & Company.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, ASEAN menempatkan pelatihan keterampilan digital sebagai prioritas. Program seperti “coding bootcamp”, pelatihan daring, dan kerja sama universitas dengan perusahaan teknologi diperluas.

Kominfo juga mengintensifkan program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leadership Academy (DLA) untuk menyiapkan tenaga profesional digital di tingkat nasional dan kawasan.

Pertumbuhan e-commerce turut menjadi fokus ASEAN. Melalui ASEAN Agreement on E-Commerce, negara anggota berupaya menyederhanakan regulasi lintas batas dan memperkuat perlindungan konsumen.

Selain itu, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang tengah disusun akan menjadi pedoman integrasi ekonomi digital di kawasan, sekaligus memperkuat posisi ASEAN dalam rantai nilai global. (dms)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *