Israel dan AS Kian Terpojok, Eropa Berbalik Akui Palestina

JAKARTA, PUSPIP — Dukungan internasional terhadap Palestina semakin menguat, sementara Israel dan Amerika Serikat kian kehilangan pijakan. Dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini, enam negara Eropa ; Andorra, Belgia, Prancis, Luksemburg, Malta, dan Monako, secara resmi mengakui Negara Palestina. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam peta politik Eropa, menegaskan bahwa mayoritas negara di dunia kini mengakui Palestina.

Pergeseran ini tidak bisa dibendung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meskipun ia berkali-kali menegaskan bahwa “tidak akan ada negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan.” Namun, realitas politik global bergerak ke arah berlawanan.

Kehadiran Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan pidatonya yang tegas di forum PBB memperkuat desakan agar Palestina diakui sepenuhnya sebagai negara merdeka. Sikap keras Prabowo dianggap mencerminkan suara Global South dan memberi legitimasi moral tambahan bagi perjuangan Palestina.

Faktor utama di balik perubahan ini adalah opini publik. Di Brussels, pusat Uni Eropa, unjuk rasa pro-Palestina rutin berlangsung, sementara isu Gaza mendominasi media sosial dunia.

Simpati internasional yang awalnya mengarah pada Israel setelah serangan Hamas Oktober 2023, kini berbalik menyusul serangan balasan brutal yang menewaskan ribuan warga sipil di Gaza. Hampir tak ada politisi Eropa yang berani lagi membela Israel secara terbuka karena takut kehilangan dukungan pemilih.

Situasi ini menandai runtuhnya kekuatan lunak Israel. Dukungan militer dan aliansi strategis dengan AS tidak mampu mengimbangi erosi legitimasi di mata dunia. Pengakuan Eropa terhadap Palestina serta suara lantang dari negara-negara berkembang menunjukkan bahwa Israel dan AS semakin terpojok.

Dalam jangka panjang, solusi dua negara dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar realistis. Tanpa perubahan sikap, Israel bukan hanya kehilangan simpati publik dunia, tetapi juga menghadapi risiko keterasingan politik yang makin dalam. (dms)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *