Ketua PAS Karaoke, Malaysia Gempar

PANGGUNG politik Malaysia gembar gara gara Direktur Pemilihan Umum Perikatan Nasional (PN), yang juga Deputi Komisioner 1 PAS, Partai Islam seMalaysia, Datuk Seri Muhammad Sanusi Md Nor yang berkaraoke bersama perempuan non-mahram hingga larut malam.

Datuk Seri Sanusi dikecam publik, baru-baru ini usai sibuk melakukan siaran langsung di akun TikTok miliknya. Dalam siaran langsung tersebut, Sanusi yang juga Wakil Komisioner PAS Kedah itu me-relay karaoke bersama seorang perempuan hingga pukul 02.00.

PAS adalah partai yang mengusung ide penerapan hukum Islam dan melarang wilayah yang dikuasai mereka, membuka tempat hiburan karaoke.

Partai Amanah Negara (Amanah) mengkritik diamnya Majelis Ulama PAS terkait isu tersebut.
Wakil Presiden Partai Amanah Datuk Seri Dr Mujahid Yusof Rawa mengatakan, sikap diam tersebut dinilai janggal karena dianggap sebagai sosok yang bersedia membela dan melegalkan perbuatan tersebut.

Kata Mujahid, Sanusi perlu menjelaskan sendiri apakah aksi karaoke pukul 2 dini hari yang dilakukannya merupakan pendekatan dakwah atau sekadar memperluas pengaruh politiknya ke masyarakat. Bahkan, Senator Senat itu juga mempertanyakan apakah aksi Sanusi yang berkaraoke dengan perempuan asing bisa menarik lebih banyak orang untuk mengenal Islam.

“Jadi maksudnya, dakwah ini (Sanusi) adalah berkaraoke dengan seorang wanita pada jam 2 pagi, agar orang melihat ‘oh ini pesta Islami’, ” sindir Dr Mujahid. “Begini…dakwah memang direncanakan seperti itu (karaoke) sebagai strategi mendekatkan umat kepada Islam atau sekadar memperluas pengaruh politik PAS.

“Jangan sampai Dewan Ulama Pas jadi rela Pak. Orang membuat hal-hal yang tidak baik, Anda membuat mereka terlihat baik. Jika dia direncanakan, Anda harus membuat rencana itu dengan tepat. Pastikan dakwah yang sampai adalah dakwah Islam. Bukan PAS yang berdakwah,” ujarnya lagi.

Pada tanggal 15 September, Ahmad menegaskan bahwa dia tidak membela Sanusi secara membabi buta, dan menambahkan bahwa apa yang dilakukan Sanusi tidak bertentangan dengan hukum Islam. Ahmad mengatakan, dirinya sudah lama berteman dengan Sanusi dan tidak ada unsur dosa dalam perbuatan Sanusi tersebut.

Juru Bicara Pemerintahan Persatuan Fahmi Fadzil menyarankan Sanusi berhenti karaoke dengan non-mahram. Fahmi yang juga menjabat Menteri Perhubungan mengatakan Sanusi sebaiknya berhenti berkaraoke pada tengah malam dan fokus pada kegiatan pemerintahan negara bagian Kedah, tulis Lembaran Malaysia

Anggota parlemen Kepong, Lim Lip Eng, mengecam dewan ulama PAS karena memberikan persetujuan kepada Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor untuk ikut serta dalam kegiatan karaoke, yang menurutnya memperlihatkan standar ganda di dalam partai.

“Ketidak-konsistenan ini menimbulkan pertanyaan yang jelas : Mengapa pemimpin PAS seperti Sanusi boleh menikmati karaoke, tapi masyarakat biasa di Kelantan tidak bisa?” dia bertanya.
“Ini adalah kasus kemunafikan yang terang-terangan. PAS berbicara tentang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang ketat, namun jika menyangkut pemimpinnya sendiri, aturan tersebut tampaknya longgar.
“Di satu sisi, pimpinan PAS membela karaoke selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun di sisi lain, mereka memberlakukan larangan total terhadap aktivitas serupa untuk umum di Kelantan.” (dms)

Artikel Lainnya

Sara Duterte Maju dalam Pemilihan Presiden Filipina 2028
Sara Duterte Maju dalam Pemilihan Presiden Filipina 2028

MANILA, PUSPIP – Suhu politik Filipina memanas kembali Wapres Filipina, Sara Duterte, menyatakan maju dalam Pilpir…

Read More
Bhumjaithai Menang Telak, Anutin Perkuat Kendali Politik Thailand dan Prospek Stabilitas ASEAN
Bhumjaithai Menang Telak, Anutin Perkuat Kendali Politik Thailand dan Prospek Stabilitas ASEAN

BANGKOK, PUSPIP — Partai Bhumjaithai yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mencatat kemenangan tela…

Read More
Presiden Jelaskan BoP pada 16 Ormas Islam di Istana
Presiden Jelaskan BoP pada 16 Ormas Islam di Istana

foto : Pimpinan Ormas Islam dan Pimpinan Pesantren berikan keterangan pada pers seusai mendapat penjelasan dari Presiden…

Read More

Hubungi Kami

Hubungi kami jika ada informasi yang ingin disampaikan melalui formulir dibawah ini.

Nama Depan
Nama Belakang
Email
Pesan
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

PUSPIP memerlukan informasi kontak yang Anda berikan kepada kami untuk menghubungi Anda mengenai informasi yang ingin Anda tanyakan. Privasi dan komitmen kami untuk melindungi privasi Anda merupakan salah satu prioritas Kami.